Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2016

Tentang Blog-blog yang Sering Saya Kunjungi

Selain membaca, menulis, menjadi istri dan meng-unfriend teman-teman facebook yang tidak dikenal, akhir-akhir ini saya juga gemar melakukan blogwalking. Mengingat blog teman yang masih saya ingat cuma WarungKopi Kothok milik Kang Anu dan aghasenja milik Mbak Atha -yang sesekali muncul di permukaan timeline, maka saya lebih memfokuskan diri untuk membiak-biak blog-blog para penulis ternama. Sebetulnya ada beberapa blog teman yang pernah saya buka, namun karena lebih sering vakum, lebih mudah bagi saya untuk lupa membukanya. Salah satu contohnya blog milik M. Affandi dengan nama menggelitik kulistroom yang mungkin saat ini sudah berkarat karena jarang disetrum, lalu ada blog bela-indonesia.blogspot.com milik bela jannahti yang mudah diingat oleh orang Indonesia. Blog milik Uswahdani yang jujur saya lupa namanya karena hampir tidak pernah dishare pun dipajang di profil sosmed miliknya. Ada juga rizalnamanya.blogspot.com yang baru saja berusaha keras saya ingat demi bisa saya

Traktiran Buku Pangeran Kunang-kunang

doc.irero Buku ini saya dapat dari seorang kawan -yang memilih untuk bertanya langsung kepada saya melalui sambungan telefon, “Kamu lebih suka buku ‘Seperti Rindu, Dendam Harus di Bayar Tuntas’ nya Eka Kurniawan atau ‘ Cerita Buat Para Kekasih ’nya Agus Noor?" Sepertinya ia ingin membayar ‘Gelombang’ yang terlebih dulu saya kirim untuknya. “Bagaimana kalau kau serahkan saja Norwegian Woodmu !?” kataku mencoba menawar dan langsung ditolak mentah-mentah. Kalau begitu terserah, toh keduanya belum saya miliki. Lalu, dipilihlah buku milik si Pangeran Kunang-kunang. Pertimbangannya, mungkin ia memperhatikan betul undangan pernikahan saya yang menyematkan sekelumit puisi milik Agus Noor. Putri, Mila dan karib saya yang lain memang lebih suka bertanya secara langsung ketika hendak mentraktir buku. Kejutan tanpa pertimbangan yang pas justru bisa berbuah kesia-siaan. Orang yang gemar membaca buku belum tentu senang dengan semua judul buku, belum tentu pula mereka mengikhlaska